Hai jumpa lagi dengan kami admin dari http://pelajardansiswa.blogspot.co.id/, Kali ini kita akan mempelajari materi pelajaran IPA SD kelas 6 yaitu tentang perkembangbiakan. Berkembang biak berarti bertambah banyak. Nah setiap jenis makhluk hidup memiliki kemampuan berkembang biak. Makhluk hidup berkembang biak untuk melestarikan keberadaannya. Makhluk hidup berkembang biak dengan bermacam macam cara. Yuk kita pelajari bersama cara mereke berkembang biak.
1. Perkembangbiakan Hewan
Hewan-hewan berkembang biak dengan cara yang berbeda beda. Ada hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur. Ada pula hewan yang berkembang biak dengan cara beranak. Masih adakah cara yang lainnya? .... Secara umum, ada dua macam perkembangbiakan hewan. Hewan berkembagn biak secara kawin dan tak kawin. Perkembangbiakan secara kawin disebut perkembang biakan generatif. Sementara itu, perkembangbiakan secara tak kawin disebut perkembangbiakan vegetatif.
A. Perkembangbiakan Generatif
Perkembangbiakan generatif melibatkan sel kelamin jantan dan betina. Jika kedua sel kelamin bertemu maka akan terbentuk individu baru. Individu baru ini disebut embrio.
Cara perkembangbiakan generatif dibedakan menjadi tiga macam yaitu bertelur, beranak, serta bertelur dan beranak.
1. Bertelur
Perkembangbiakan dengan cara bertelur disebut ovipar. Hewan yang bertelur adalah hewan betina dan dinamakan induk. Hewan ovipar akan mengeluarkan telur dari tubuhnya. Di dalam telur terdapat embrio. Embrio memperoleh cadangan makanan dari dalam telur. Telur akan menetas dan menghasilkan individu baru. Ayam adalah salah satu contoh hewan ovipar. Contoh lain hewan ovipar adalah sebagai berikut.
a. Kelompok burung, misalnya itik dan angsa
b. Kelompok ikan, misalnya ikan lele dan nila
c. Kelompok reptil, misalnya ular, cecak, dan kadal
d. Kelompok amfibi, misalnya katak dan kodok
2. Beranak
Hewan yang berkembang biak dengan cara beranak akan mengalami masa kehamilan. Masa tersebut adalah masa berkembangnya embrio di dalam perut induknya. Embrio memperoleh makanan dari tubuh induknya melalui plasenta. Setelah berkembagn sempurna, embrio akan dilahirkan dari tubuh induk. Embrio dilahirkan dengan wujud sempurna, sama seperti induknya. Perkembang biakan dengan cara beranak dinamakan vivipar. Contoh hewan vivipar adalah kelinci, kambing dan sapi.
3. Bertelur dan Beranak
Cara berkembang biak dengan bertelur dan beranak disebut dengan ovovivipar. Induk hewan yang berkembang biak secara ovovivipar akan bertelur. Tetapi telur tersebut tidak dikeluarkan dari tubuh sang induk. Jadi bayi keluar bersama pecahan cangkang telur. Contoh hewan ovovivipar adalah ular dan kadal.
B. Perkembangbiakan Vegetatif
Perkembangbiakan secara vegetatif tidak memerlukan sel kelamin. Individu baru bisa muncul dengan beberapa alat perkembangbiakan berikut ini.
1. Tunas
Tunas terbentuk dari dinding tubuh induk yang menonjol. Tunas ini dapat tumbuh membesar. Setelah besar, tunas memisahkan diri dari induknya. Selanjutnya, tunas tumbuh menjadi individu baru. Contoh hewan yang berkembang biak dengan tunas adalah hydra.
2. Membeah Diri
Beberapa hewan berkembang biak dengan membelah diri. Contohnya amuba. Amuba adalah hewan bersel satu. Ukuran amuba sangat kecil dan tidak terlihat. Amuba dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. Amuba membelah menjadi dua bagian dengan susunan sama.
Selain amuba, bakteri juga berkembang biak dengan membelah diri. Nah tahukah kalian, mengapa makanan bisa membusuk?, karena, bakteri dalam makanan tersebut berkembang biak. Semakin lama makanan dibiarkan, jumlah bakteri semakin banyak. Hal inilah yang menyebabkan makanan cepat membusuk.
3. Fragmentasi
Fragmentasi adalah pemotongan bagian tubuh. Induk hewan memotong bagian tubuhnya tanpa merasa sakit. Selanjutnya, potongan tersebut tumbuh menjadi individu baru. Contoh hewan yang berkembang biak dengan fragmentasi adalah cacing pipih.
Cara bekembang biak hewan ternyata bermacam-macam, bukan? Bagaimana dengan cara berkembang biak pada tumbuhan? Apakah juga beraneka ragam? Nah, materi pelajaran berikutnya yang akan kita bahas adalah perkembang biakan tumbuhan.
2. Perkembangbiakan Tumbuhan
Pada tumbuhan terdapat dua cara perkembangbiakan. Tumbuhan berkembang biak secara generatif dan vegetatif. Perkembangbiakan secara generatif ditandai dengan adanya biji. Adapun perkembangbiakan secara generatif ditandai dengan adanya biji. Adapun perkembangbiakan secara vegetatif dapat dilakukan secara alami ataupun biatan.
A. Perkembangbiakan Generatif
Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan dilakukan melalui biji. Biji dibentuk di dalam bunga. Bunga lengkap terdiri dari kelopak, mahkota, benang sari dan putik. Apabila salah satunya tidak ada, bunga dikatakan tidak lengkap. Nah mari kita ingat kembali fungsi masing masing bagian.
Kelopak merupakan bagian bunga paling luar. Kelopak berfungsi melindungi bunga sewaktu masih kuncup. Di bagian dalam kelopak terdapat mahkota bunga. Warna dan bau mahkota bunga menarik serangga untuk datang. Serangaa akan membantu penyerbukan. Di bagian dalam mahkota terdapat putik dan benang sari. Keduanya berfungsi sebagai aat perkembangbiakan. Putik merupakan alat kelamin betina. Sementara itu, benang sari merupakan alat kelamin jantan. Bunga dengan kedua alat perkembangbiakan disebut bunga sempurna. Bunga dengan satu alat perkembangbiakan disebut dengan bunga tidak sempurna.
Perkembangbiakan pada tumbuhan diawali dengan penyerbukan. Penyerbukan adalah jatuhnya serbuk sari pada kepala putik. Serbuk sari dapat jatuh di kepala putik melaui perantara. Angin menerbangkan serbuk sari hingga sampai di kepala putik. Air mengalir membawa serbuk sari ke kepala putik. Lebah dapat membantu penyerbukan saat mengisap nektar. Serbuk sari akan tertempel pada badan lebah. Saat berpindah ke bunga lain, serbuk sari akan terbawa. Lebah mengisap nektar dan serbuk sari jatuh di kepala putik. Tumbuhan tertentu membutuhkan bantuan manuisa untuk penyerbukannya. Contohnya tanaman vanilli. Jadi perantara penyerbukan dapat berupa angin, air, hewan maupun manusia.
Saat penyerbukan, serbuk sari menempel di atas kepala putik. Serbuk sari tersebut berkecambah dan membentuk buluh sari. Buluh sari ini mengandung inti generatif dan inti vegetatif. Dalam perjalanan buluh sari, inti vegetatif akan hilang. Adapun inti generatif akan membelah menjadi dua. Setelah mencapai bakal biji, inti generatif pertama membuahi sel telur. Hasilnya berupa lembaga (embrio). Sementara, inti generatif kedua membuahi inti kandung lembaga sekunder. Hasilnya berupa endosperm. Endosperm ini kelak berperan sebagai cadangan makanan bagi lembaga. Pembuahan berhasil dengan terbentuknya biji. Biji merupakan bakal tumbuhan baru. Setelah pembuahan selesai, mahkota gugur. Bakal buah tumbuh menjadi buah yang didalamnya terdapat biji.





0 komentar:
Posting Komentar